Timer dan kecemasan: kapan memakai mode tanpa timer
Latihan berwaktu bisa membantu, tetapi sebagian anak merasa tertekan. Berikut cara memilih antara mode timer 10 menit dan mode tanpa timer.
Setiap sprint di Woobly bisa dijalankan dengan timer 10 menit atau tanpa timer. Pilihan ini ada karena penelitian tentang latihan berwaktu tidak memberi jawaban hitam-putih.
Kecemasan memang memengaruhi hasil
Namkung, Peng, dan Lin (2019) menggabungkan banyak penelitian tentang siswa usia sekolah. Hasilnya, kecemasan matematika berkorelasi negatif dengan prestasi matematika (r = −0,34). Anak yang cemas cenderung mendapat hasil lebih rendah.
Boaler, Williams, dan Confer (2015) juga mencatat bahwa setidaknya sepertiga siswa merasa stres saat mengerjakan tes berwaktu. Catatan ini berasal dari tulisan youcubed di Stanford University, bukan jurnal yang ditelaah sejawat, tetapi pesannya patut diperhatikan.
Latihan berwaktu tidak selalu buruk
Di sisi lain, Grays, Rhymer, dan Swartzmiller (2017) menguji latihan berwaktu eksplisit pada siswa kelas 4 dan 5. Latihan ini meningkatkan kinerja semua siswa, termasuk mereka yang tingkat kecemasannya tinggi. Yang membuat anak tertekan biasanya adalah tes yang hasilnya menentukan nilai, bukan latihan singkat yang taruhannya rendah.
Cara memilih di Woobly
Gunakan mode timer bila:
- anak menikmati tantangan mengalahkan rekor waktunya sendiri,
- anak sudah cukup akurat di levelnya dan ingin lebih lancar.
Gunakan mode tanpa timer bila:
- anak terlihat gelisah, menebak asal, atau menolak latihan saat melihat jam berjalan,
- anak baru mulai di level baru dan masih membangun akurasi,
- anak sedang lelah, tetapi Anda tetap ingin menjaga kebiasaan harian.
Dalam mode tanpa timer, anak dapat menekan tombol Selesai kapan saja. Jumlah soal benar tetap dihitung ke target harian.
Menjaga tekanan tetap rendah
Woobly tidak memakai papan peringkat. Anak hanya dibandingkan dengan rekornya sendiri, dan karakter teman latihan tetap menyemangati ketika jawaban salah. Di rumah, Anda bisa ikut menurunkan tekanan: puji usahanya, bukan kecepatannya, dan jangan menjadikan hasil sprint sebagai hukuman.
Sumber
- Boaler, J., Williams, C., & Confer, A. (2015). Fluency without fear. youcubed, Stanford University. youcubed.org
- Grays, S. D., Rhymer, K. N., & Swartzmiller, M. D. (2017). Moderating effects of mathematics anxiety on the effectiveness of explicit timing. Journal of Behavioral Education, 26(2). doi.org/10.1007/s10864-016-9251-6
- Namkung, J. M., Peng, P., & Lin, X. (2019). The relation between mathematics anxiety and mathematics performance among school-aged students: A meta-analysis. Review of Educational Research, 89(3), 459–496. doi.org/10.3102/0034654319843494
Ditulis oleh Tim Woobly
Pengembang Woobly. Kami menulis panduan ini dari penelitian dan data resmi yang sumbernya tercantum di akhir artikel.
Coba 1 Sprint Gratis